Kubu Raya post author Kiwi 27 September 2026

Kunyit dan jahe Jadi Potensi Lokal untuk Edukasi Penanganan Diare pada Balita di Desa Teluk Kapuas

Photo of Kunyit dan jahe Jadi Potensi Lokal untuk Edukasi Penanganan Diare pada Balita di Desa Teluk Kapuas

KUBU RAYA, SP - Diare masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian, khususnya pada anak balita.

Kondisi sanitasi yang kurang baik, keterbatasan air bersih, rendahnya pengetahuan mengenai higiene, serta akses layanan kesehatan menjadi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya diare.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian di Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Melihat persoalan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan diare sekaligus memperkenalkan potensi tanaman herbal lokal, khususnya kunyit dan jahe.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan diare pada anak balita.

Selain itu, masyarakat diberikan informasi mengenai pemanfaatan rimpang kunyit dan jahe sebagai alternatif pengobatan tradisional yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Kunyit dan jahe dipilih karena kedua tanaman tersebut memiliki kandungan senyawa yang berpotensi memberikan aktivitas antibakteri.
Pemanfaatannya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan penyuluhan, masyarakat memperoleh wawasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sanitasi, serta kebersihan makanan sebagai bagian dari pencegahan diare.
Edukasi juga diarahkan agar masyarakat lebih memahami pemanfaatan tanaman herbal lokal.

Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan tentang diare dan pengobatan herbal telah terlaksana di Desa Teluk Kapuas.

Masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai penyebab diare, langkah pencegahan, serta pentingnya menjaga sanitasi dan kebersihan makanan.
Selain itu, masyarakat memahami manfaat rimpang kunyit dan jahe sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi diare. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan edukasi kesehatan dan pemanfaatan tanaman herbal lokal juga menunjukkan perkembangan positif.

Metode Kegiatan ini di lakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama Adalah survei, untuk mendapatkan informasi masalah yang masih sering terjadi di desa Teluk Kapuas, yang di lanjutkan dengan kegiatan pengabmas berupa edukasi dan tanya jawab masalah diare dan pemanfaatan rimpang kunyit dan rimpang jahe sebagai alternatif pengobatan diare, dan di lakukan kegiatan monitoring dan evaluasi yang bertujuan untuk melihat peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku hidup sehat serta pemberdayaan tanaman lokal sebagai salah satu Solusi Kesehatan.

Kegiatan ini turut melibatkan jajaran perangkat Desa Teluk Kapuas sebagai mitra. Perangkat desa berperan dalam memfasilitasi kegiatan, menyediakan tempat dan perlengkapan pertemuan, mengumpulkan masyarakat, serta mendampingi pelaksanaan kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut, pemanfaatan potensi tanaman lokal diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian sumber daya alam, tetapi juga mendukung upaya peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat.

Edukasi mengenai pencegahan diare tetap menjadi bagian penting, sementara pemanfaatan herbal diarahkan sebagai pengetahuan pengobatan tradisional yang diberikan kepada masyarakat secara tepat. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda